Teori belajar behavioristic dan Implikasinya
Teori belajar behavioristic adalah teori belajar yang dimana memandang perubahan perilaku manusia karena pengaruh lingkungannya. Teori ini memandang individu sebagai makhluk reaktif yang memberi respon terhadap lingkungannya (Schunk, 1986). Behavioristik juga memandang bahwa belajar merupakan perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi antar stimulus dan respon (Robert, 2014). Perubahan tingkah laku peserta didik dapat diukur sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respon. Peserta didik dianggap telah melakukan belajar jika dapat menunjukkan perubahan tingkah lakunya. Contohnya, peserta didik dapat dikatakan bisa membaca jika ia mampu menunjukkan kemampuan membacanya dengan baik. Implikasinya di dalam dunia nyata bisa dalam bentuk pembelajaran terprogram, dimana pengembangan dari prinsip-prinsip pembelajarannya bisa dalam bentuk terprogramnya materi menjadi frame-frame secara berurutan yang setiap frame memberikan informasi dalam potongan kecil dan dilengkapi dengan test yang akan direspon oleh peserta didik. Misal pembelajaran dengan powerpoint dan multimedia, dimana materi yang disampaikan dalam bentuk powerpoint disusun secara rinci dan bagian-bagian kecil. Sementara itu pada pembelajaran dengan multimedia, peserta didik diharapkan memiliki pemahaman yang sama dengan pengembang, materi disusun dengan perencanaan yang rinci dan ketat dengan urutan yang jelas, latihan yang diberikan pun cenderung memiliki satu jawaban benar.
Komentar
Posting Komentar